Silat Response System - Blog:
'via Blog this'
Selamat Datang
Selamat Datang Ke Laman Perguruan Silat Lintau Yang Asli... Silat Lintau Yang Berasal Dari Tepi Selo, Lintau Buo Utara.
PERTUBUHAN SILAT LINTAU KELANTAN: PERSILEK Headline Animator
Thursday, 15 September 2011
Monday, 29 August 2011
SALAM AIDILFITRI
Assalamu 'alaikum wm wb.,
Sempena Hari Raya Aidilfitri ini, saya Dr. Kamal Shah dan seluruh warga Silat Lintau Kelantan mengucapkan:
Sempena Hari Raya Aidilfitri ini, saya Dr. Kamal Shah dan seluruh warga Silat Lintau Kelantan mengucapkan:
SELAMAT HARI RAYA 'AIDIL FITRI
MAAF LAHIR BATHIN
Wednesday, 6 July 2011
KEPUTUSANNYA
KEPUTUSAN YANG DAPAT DI AMBIL DARI ACARA MENAPAK TILAS DI LINTAU IALAH:
Apa keputusannya? (bhgn 4)
29hb Jun, 2011
Siang tidak berjalan jauh. Di rumah Uwa Djelly menanti masa untuk berjumpa Tuo Silek, Dato Mustapha (Dato Topah).
Siang tidak berjalan jauh. Di rumah Uwa Djelly menanti masa untuk berjumpa Tuo Silek, Dato Mustapha (Dato Topah).
Apa keputusannya? (bhgn 2)
Pada 28hb Jun sebelah pagi saya telah kerumah Bpk Jhon Wismar Sutan Sati, pemerhati silat dan orang yang bertanggungjawab menggiatkan aktiviti di Sasaran (gelanggang) Perguruan Silat Nan Tuo Gunung Ledang, Lintau Buo Utara. Rumahnya berdekatan dengan rumah Uwa Djelly (sekitar 100 meter). Saya dan isteri dibawa oleh Arius Saputra. Begitu sampai saya telah disambut oleh Bpk Jhon Sutan Sati dan saya meminta untuk menziarahi ibunya yang sakit.
Tuesday, 5 July 2011
WISATA SEJARAH DI BATUSANGKAR
| MENELUSURI WISATA SEJARAH DI BATUSANGKAR |
| Ditulis oleh Teguh |
| Minggu, 03 Juli 2011 01:17 |
BATUSANGKAR, HALUAN — Fort Van Der Capellen, kata yang tidak asing lagi bagi sebagian masyarakat Sumatera Barat. Sebuah benteng bekas pertahanan Belanda yang berada di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar. Menurut sejarah, benteng ini didirikan saat Perang Padri yang dibangun antara tahun 1822 dan tahun 1826, dan dinamai menurut nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda G.A.G.Ph. Van Der Capellen. Pada tahun 1949, kawasan benteng ini berubah nama kolonialnya menjadi Batusangkar. Sampai saat ini Van Der Capellen bekas Markas Kepolisian Resor Tanah Datar ini masih berdiri kokoh dan sudah masuk dalam daftar salah satu benda cagar budaya di Tanah Datar. Keberadaan benteng ini di jantung Kota Batusangkar ini tidak bisa dilepaskan dari peristiwa peperangan antara kaum adat dan kaum agama yang diperkirakan terjadi pada tahun 1821. Pada tahun 2008 lalu, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar telah melakukan rehabilitas Benteng Van Der Capellen yang dimaksudkan mengembalikan kondisi banguan bernilai kuno ini menjadi bangunan benda cagar budaya bernilai jual tinggi untuk pariwisata Luhak Nan Tuo. “Selama bangunan kuno ini bisa dipertahankan apalagi menyimpan sejarah yang panjang, pemerintah akan tetap melakukan rehabilitasi yang diharapkan mampu mempertahankan sebagaimana aslinya dan menarik dikunjungi,” ujar Kepala Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga Alfian Jamrah. Saat pengunjung memasuki Benteng Van der Capellen, masih terdapat dua buah meriam kuno peningalan Belanda yang terdapat di sisi kiri dan kanan bangunan benteng. Pengembalian bentuk awal bangunan benteng yang saat ini ditempati sebagai Kantor Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga Tanah Datar itu masih dipertahankan. Kilas Sejarah Setelah Belanda meninggalkan Batusangkar, Benteng Van der Capellen kemudian dimanfaatkan oleh PTPG yang merupakan cikal bakal IKIP Padang (sekarang Universitas Negeri Padang) untuk proses belajar mengajar yang saat itu diresmikan olah Prof. M. Yamin, SH. Pemakaian bangunan benteng untuk PTPG berlangsung sampai tahun 1955 dan pada tahun itu juga PTPG dipindahkan ke Bukit Gombak. Benteng Van Der Capellen kemudian dijadikan sebagai markas Angkatan Perang Republik Indonesia. Pada saat meletus peristiwa PRRI tahun 1957, Benteng Van der Capellen dikuasai Batalyon 439 Diponegoro yang kemudian diserahkan kepada Polri pada tanggal 25 Mei 1960. Oleh Polri kemudian ditetapkan sebagai Mapolres Tanah Datar dan berlanjut hingga tahun 2000. Sejak tahun 2001, Benteng Van der Capellen dikosongkan karena Mapolres Tanah Datar telah pindah ke bangunan baru yang berada di Pagaruyung. Pada tahun 1984 dilakukan penambahan ruangan untuk serse dan dibangun pula TK Bhayangkari. Parit yang masih ada di sebelah kanan dan kiri bangunan benteng ditimbun dan diratakan pada tahun 1986. Selain itu, ruangan sel tahanan yang semula terdiri dari 4 ruangan, dibongkar satu sehingga tinggal menjadi 3 ruangan. Perubahan bangunan terakhir kalinya terjadi pada tahun 1988, yaitu berupa penambahan bangunan kantin dan bangunan untuk gudang. (aldoris/berbagai sumber). |
Subscribe to:
Posts (Atom)